Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Pramuka Wajib Diikuti Siswa, Kwarcab Garut Ajari Pembina

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT, FOKUSJABAR.COM: Dalam rangka sosialisasi Undang-Undang (UU) No. 12 tahun 2010 tentang revitasisasi Gerakan Pramuka, Kwartir Cabang (Kwarcab) Garut menggelar tiga kegiatan.

Ketua Kwarcab Garut Ahmad Bajuri (baju merah) berfoto bersama panitia KMD dan KML di Garut, 26-31 Desember 2012. (Foto: Bambang Fouristian)

Ketua Kwarcab Garut Ahmad Bajuri (baju merah) berfoto bersama panitia KMD dan KML di Garut, 26-31 Desember 2012. (Foto: Bambang Fouristian)

 

Setelah 30 November lalu menggelar Gebyar Pramuka Pribadi Bangsaku di lapangan Margawati, Kp. Gugunungan, Kel. Margawati, Kec. Garut Kota, kini tengah mengadakan  Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) di SMPN 1 Karangtengah, dari 26 sampai 31 Desember 2012.

Saefuloh, Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Kec. Karang Tengah kepada  FOKUSjabar.com mengatakan, kegiatan KMD dan KML merupakan bentuk sosialisasi dan persiapan diberlakukannya UU No. 12 Tahun 2010 tentang percepatan Revitasisasi Gerakan Pramuka.

Menurutnya, pada kurikulum baru, Pramuka masuk salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler wajib. Karenanya, mesti disiapkan tenaga pendidik yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang Pramuka.

“Ke depan para guru Pramuka wajib mengikuti KMD serta KML,” kata Saefuloh.

Materi pendidikan yang diajarkan antara lain karakter kepribadian, wawasan, dan teknik-teknik kepramukaan. Kedepan, anak-anak Pramuka jangan mengenal dari lagu-lagu atau permainan saja, tapi harus mampu dan mengetahui kepramukaan lebih jauh.

Di tempat yang sama, H. Ahmad Bajuri SE, MM, Ketua Kwarcab Garut mengatakan, jumlah peserta kursus sebanyak 112 orang, terdiri dari KMD 80 orang dan KML 32 orang. Mereka dididik oleh 30 orang pemateri kegiatan.

“Kami juga melibatkan unsur Kepolisian, TNI dan Pemerintahan. Agar para pembina yang memberikan materi pendidikan Pramuka kepada Penegak, Penggalang maupun Siaga menjadi lebih siap,” katanya.

Menurut Bajuri, pihaknya baru mengikutsertakan 800 orang dalam mengikuti KMD dan KML dari target 4.000 orang. “Kedepan citra Pramuka bisa menyesuaikan dengan kondisi kekinian ,” ujar Ketua Kwarcab yang telah meluncurkan sebuah buku kepanduan berjudul  “Bara Di Dada Pramuka.”

Buku tersebut disusun enam orang wartawan Garut dan dua pengurus Kwarcab. Yakni, Yoyo Dasriyo, Bambang Fouristian, M Ridwan Firdaus, Tata Anshorie, Firman Akew Lutfi, Risti Nurdianti, Neni Nurliana, S.Pd, MPd dan Abdul Haris. (MSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>