Minggu, 21 Desember 2014

Peranan BPD di Garut Belum Optimal

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT,FOKUSJABAR.COM: Camat Sukawening, Kab. Garut, U. Haerudin, menandaskan, keberadaan BPD (Badan Permusyawarahan Desa) yang tersebar di wilayahnya belum optimal dan sejalan dengan Pemdes (Pemerintahan Desa). Bahkan, belum menjelma serta teraplikasi dengan baik.

Menurutnya, produk BPD tersebut yang nota bene penghasil Perdes (Peraturan Desa) merupakan acuan atau haluan para Kades (Kepala Desa) dalam menjalankan roda pemerintahan.

Diharapkan, BPD yang baru bisa menghasilkan produk Perdes yang bisa bekerjasama dengan aparat desa sekaligus mendongkrak kembali swadaya yang keberadaannya nyaris tenggelam.

“Kami sudah mengajukan serta melaporkan keanggotaan BPD baru ke tingkat Kabupaten. Tinggal menunggu SK Surat Keputusan) saja,” terang Camat Haerudin.

Terkait peraturan baru, jumlah keanggotaan BPD maksimal 7 orang dan minimal 5 orang. Disesuaikan dengan luas dan kebutuhan Desa. Berbeda dengan peraturan lama berjumlah sebanyak 11 orang.

Ditekankan Camat, keberadaan BPD bisa seiring dan sejalan dengan Pemerintahan Desa juga dapat berinovatif serta yang paling penting punya kemauan untuk maju dan berkembang.

“ Jangan sampai muncul ungkapan tukcing (dibentuk cicing-red),” tutup camat Haerudin, berharap BPD bisa menjadi corong antar masyarakat dengan pihak Pemerintah Desa. (MSU)

banner 468x60

Berlangganan

Untuk mengetahui informasi terbaru dari FOKUSJabar.com silahkan masukan email Anda disini

No Responses

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan