Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Tim Sukses Pilgub di Sukaresmi, Garut Sepakat Akur

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT,FOKUSJabar.com : Bertempat di Aula Sekretariat Panwaslu Sukaresmi, Kab. Garut, Sabtu (26/1) tim sukses pemenangan Cagub/Cawagub Jawa Barat periode 2013-2018 setempat menandatangani pernyataan bersama bertajuk “ Kampanye Damai Sauyunan.”

Iyep Saepul Mardani, Ketua Panwaslu Sukaresmi Garut (Foto: Bambang Fouristian)

Iyep Saepul Mardani, Ketua Panwaslu Sukaresmi Garut (Foto: Bambang Fouristian)

Hal itu dibenarkan Iyep Saepul Mardani, Ketua Panwaslu Sukaresmi. Menurutnya, kesepakatan tersebut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai religius, semangat persatuan dan persaudaraan seluruh masyarakat.

“Mereka sepakat menciptakan Pilgub (Pemilihan Gubernur) yang aman, tertib dan damai demi terwujudnya pesta rakyat yang sukses tanpa ekses dengan semboyan Sukresmi Sauyunan,” ujarnya.

Isi dari surat kesepakatan bersama itu yakni, tidak akan melakukan kampanye hitam (black campaign) dalam bentuk apapun, akan saling menjaga dan menghormati hak-hak politik seluruh warga masyarakat disana.

Tidak akan terprovokasi oleh pihak-pihak yang dengan sengaja merongrong legitimasi Sukaresmi Sauyunan dalam Pilgub dan tidak akan melakukan provokatif terhadap masyarakat dengan tujuan mengdeskriditkan salah satu pasangan Cagub/Cawagub.

Iyep melanjutkan Panwaslu adalah lembaga tempat menyelesaikan seluruh sengketa/konflik yang timbul dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu.

Padahal sebenarnya, hanya mengawasi, mencatat dan menerima temuan untuk dijadikan acuan laporan ke instansi terkait melalui sebuah mekanisme aturan perundang undangan Pemilu.
“ Artinya, kami sama sekali tak diberi kewenangan untuk mengeksekusi sebuah bentuk dan jenis pelanggaran,” terang Iyep.
Terkait hal tersebut, mereka sepakat mencari sebuah solusi terbaik agar Sukaresmi terbebas dari sampah sampah Pemilu yang terkadang berdampak secara psykologis terhadap tatanan kehidupan bermasyarakat pasca Pemilu.
“ Perlu kita ingat, pasca Pilgub berakhir seluruh kepentingan-kepentingan politik berakhir.  Mereka kembali menjadi warga masyarakat Sukaresmi yang hidup “ Sauyunan,“ pungkas Iyep Saepul Mardani. (MSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>