Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Aiih! Program 100 Hari Dede Yusuf Jika Terpilih, Bersenggolan dengan Kaum Tak Mampu

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Calon Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi telah mempersiapkan tiga program untuk 100 hari pertama jika menjadi gubernur nanti.

Pertama, akan menjamu perwakilan warga miskin penerima program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) dari warga terpencil dan perbatasan di Gedung Pakuan.

(Foto: Solihin)

(Foto: Solihin)

 

“Jadi kalau selama ini saya kerap bermalam di rutilahu warga, nanti gantian, mereka yang saya kasih kesempatan bermalam di rumah dinas gubernur sekaligus penyerahan bantuan dana rutilahu,” kata Dede melalui rilisnya kepada Fokusjabar.com, Jum’at(8/2).

Kedua, akan memberlakukan kartu Tri Bakti bagi warga miskin seluruh Jabar. Kartu tersebut adalah bentuk pelayanan sembilan kebutuhan dasar hidup masyarakat, seperti bebas biaya pendidikan hingga SMA, bebas berobat, bebas biaya pemakaman, biaya sertifikat lahan pertanian, biaya advokasi hukum, biaya menikah, biaya kuliah mahasiswa miskin berprestasi hingga biaya jaminan kredit dan biaya pemasangan instalasi listrik.

“Nah sembilan manfaat ini yang nantinya akan dinikmati warga tidak mampu pemegang kartu Tri Bakti,” jelasnya.

Terakhir, Dede Yusuf akan langsung menjalankan program berkantor di lembur bersama para pimpinan OPD (organisasi pemerintah daerah), guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di wilayah tersebut.

Konsep kantor di lembur dimaksudkan untuk menekan biaya dinas. Dengan begitu, biaya hotel dialihkan untuk menyewa rumah penduduk, biaya katering bisa dialihkan kepada ibu-ibu PKK dan biaya sewa ruang sidang dialihkan untuk sewa aula desa.

“Kalau selama ini saya sendiri yang berkantor di lembur, nanti kepala dinas saya wajibkan berkantor di lembur tanpa biaya besar. Semua bermalam di rumah warga yang tidak layak huni seperti yang sudah saya jalankan lima tahun ini,” pungkasnya.(NOER)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>