Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Yey! Jangan Paksa Pria Vasektomi

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Penggunaan alat kontrasepsi tidak boleh dipaksakan. Artinya calon akseptor harus diberikan penjelasan dari petugas sebelum memutuskan ber-KB.logo_bkkbn

 

Demikian diungkapkan Kasie Peningkatan Partisipasi KB Pria BKKBN Pusat, Sofyan Zakaria menyoal minimnya minat laki-laki terhadap program vasektomi (KB khusus pria).

“Ya, siapa pun. Mau laki-laki atau perempuan, harus memahami dulu tujuan ber-KB,” kata Zakaria, Rabu (27/2).

Sementara itu, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jabar, Rachmat Syafei mengakui tidak mudah mengubah budaya yang berkembang di masyarakat, terlebih KB. Bahkan, sebagian masyarakat beranggapan program tersebut menyalahi aturan budaya dan agama.

“Mereka berpikiran program KB hanyalah untuk mengurangi anak. Jadi perlu pendekatan personal agar masyarakat memahami makna program KB yang sesungguhnya,” kata Rachmat.

Bahkan sebagian kecil pemuka agama masih menganggap program KB sebagai tanggung jawab pemerintah. Padahal, ketahanan kelurga merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih pembangunan tidak bisa lepas dari ketahanan keluarga.

“Untuk mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan, keluarga harus sehat jasmani dan rohaninya,” jelasnya.

Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Barat, Siti Fatonah mengatakan, angka pertumbuhan penduduk Jawa Barat terbilang tinggi. Bahkan, Jabar pun terancam double population. Untuk itu, pihaknya mengajak semua pihak agar berperan dan menyukseskan program KB.

“Salah satunya dengan mengajak tokoh agama se-Jabar agar mereka pun berperan serta,” katanya.

Pihaknya mengaku enggan memaksa siapapun agar berperan serta dalam menyukseskan program KB. Kalaupun ada ajakan agar berperan serta, sifatnya harus win-win solution.

“Seperti halnya kerjasama dengan tokoh agama, diharapkan informasi tentang KB akan terus mengalir pada ulama-ulama di generasi selanjutnya. Selain tokoh agama Islam, kami pun menjalin kerjasama pula dengan tokoh-tokoh agama non muslim,” pungkasnya. (NOER)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>