Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Pengelolaan CSR Jabar, Terbaik?

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pemerintah provinsi Jawa Barat meminta seluruh perusahaan yang berkegiatan di Jabar untuk meningkatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) .Terlebih dana tersebut sangat diperlukan guna mendukung program pemerintah yang kerap terkendala keterbatasan dana anggaran.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan  (Foto: web)

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan
(Foto: web)

 

“Saya harap dana CSR yang terkumpul tahun ini lebih besar ketimbang tahun lalu,” kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di Trans Studio Bandung, Kamis (21/3).

Dia mengungkapkan bahwa penghimpunan dan CSR terus tum setiap tahunnya, untuk 2012 dana CSR yang terkumpul, disalurkan untuk 700 ruang kelas.

Dengan kata lain, dana CSR sangat diperlukan membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat dan selanjutnya digunakan dalam bentuk program, seperti pemberdayaan perempuan dan lainnya.

Kendati begitu, Heryawan mengakui bahwa nilai dana CSR tidak sebanding dengan dana pemerintah. Misalnya, tahun ini pemerintah menargetkan 20 ribu perbaikan ruang kelas SD, 3,500 ruang kelas SMP dan 6 ribu ruang kelas SMA.

“Walaupun tidak sebesar dana pemerintah namun CSR sangat membantu,” katanya.

Menurutnya, dana CSR terasa manfaatnya saat muncul kondisi darurat, seperti perbaikan puskesmas atau ruang kelas yang ambruk. Dana tersebut dinilai lebih flexyble dibandingkan dana pemerintah yang harus melalui proses panjang mulai dari pengajuan hingga persetujuan dari dewan.

“Kalau pakai anggaran pemerintah kan lama karena harus diajukan dalam apbd, tapi kalau pakai CSR urusan yang mendadak bisa cepet selesai,” ucapnya.

Untuk itu, Heryawan meminta perusahaan tidak kuatir menitipkan dana CSR-nya di Pemprov Jabar. Sebab pihaknya hanya membuat mekanisme dan mengkoordinasikan dan membantu menyalurkan ke tempat-tempat yang tepat dan membutuhkan.

Lebih lanjut Heryawan mengklaim pengelolaan CSR Jabar menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Pengelolaan CSR kita jadi yang terbaik loh,” bebernya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>