Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Hayu Ah! Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Kahatex

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pengendara yang biasa melintasi Jalan Cileunyi-Rancaekek-Nagreg akan sedikit bernafas lega. Sebab untuk jalan nasional itu, Pemprov Jabar akan mengupayakan penangaannya dalam waktu dekat.

“Kita membantu, jadi koordinator dan fasilitator utama penanggulangan masalah banjir tersebut,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Bappeda Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Selasa (23/4).

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan  (Foto: web)

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan
(Foto: web)

 

Dia menjelaskan lokasi banjir terjadi pada dua lokasi, yakni di Km BDG 22+600 (sekitar PT Insan Sandang) dan Km BDG 23+700 – Km BDG 24+800 (sekitar PT. Kahatex, PT. Vonex dan kawasan Industri atau Djarum Super).

Pihaknya menduga banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan meluapnya sungai Cinunggal/Cikijing dan Cimande. Kedua sungai tersebut tidak mampu menampung debit air sehingga terjadi genagan air di badan jalan hingga ketinggian 70 cm. Bahkan, terjadi juga penyempitan dan pendangkalan dasar sungai.

Untuk mengatasi permasalahan itu, perlu adanya penanganan banjir yang terintegrasi meliputi peningkatan jalan, perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai dan penataan permukiman.

Tidak hanya itu, pemprov pun akan mengupayakan penanganan PKL (Pedagang Kaki Lima) di sekitar kawasan industri itu. Adapun penataan yang dilakukan, adalah dengan relokasi dari pinggir jalan tersebut.

“Penanganan permasalahan ini melibatkan Multi stake holders, bahkan kami juga akan koordinasi dengan kepolisian dan kodam III/siliwangi terkait permasalahan sosialnya,” bebernya.

Heryawan juga mengaku menyiapkan alternatif lain, yakni pembuatan fly over sepanjang 2 Km untuk kendaraan ke arah Nagreg. Namun demikian, cara ini memakan waktu cukup lama berkisar 3-4 tahun.

“Kalau pakai fly over hanya akan menyelesaikan masalah macetnya saja namun tidak menyelesaikan masalah banjirnya,” katanya.

Untuk itu, Jumat (26/4) depan, Heryawan mengunjungi PT Kahatex, terlebih sebagian jalur sungai Cikijing dan Cimande melalui kawasan industri tersebut. Diduga terjadi bottle neck pada aliran sungai tersebut sehingga meluap ke jalan.

Dalam kunjungannya nanti, pihaknya akan mencoba meminta pelaku industri agar mau memindahkan pintu utama keluar masuk pabrik dan tidak lagi menghadap jalan raya Rancaekek.

“Berbagai solusi akan kita tawarkan toh ini kan demi kenyamanan bersama,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Adang Saf Ahmad menyatakan pihaknya menyiapkan solusi jangka panjang mengatasi banjir Kahatex. Caranya, normalisasi anak-anak sungai Citarum.

Normalisasi sendiri akan sudah berlangsung sejak lama dan beberapa tahap. Tahun ini, pihaknya akan melakukan tahap ketiga di sungai Cimande dan Cikijing.

“Tahap tersebut akan menelan anggaran hingga Rp400 miliar yang merupakan pinjaman dari Jepang,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>