Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Telat Mundur, Anggota KPU Cirebon Gagal Nyaleg

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat mencoret salah seorang bakal calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jabar dari Partai Nasdem. Pencoretan sendiri dilakukan setelah proses verifikasi administrasi selama dua pekan terakhir.

Tidak hanya itu, hasil verifikasi yang dilakukan, memperlihatkan bahwa tak satupun parpol yang telah memberikan berkas persyaratan secara lengkap. Alhasil seluruhnya harus memperbaiki berkas tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Pokja Pencalonan Pemilihan Legislatif KPU Jabar, Ahmad Heri di Sekretariat KPU Jabar, Jalan Garut No 11 Bandung, Selasa (7/5).

“Bakal caleg itu dinyatakan tidak memenuhi syarat,” tuturnya.??

Heri mengungkapkan bahwa bacaleg yang juga mantan anggota KPU Cirebon itu dinyatakan tidak memenuhi syarat lantaran terlambat memberikan surat pengunduran dirinya sebagai anggota KPU Kota Cirebon.

Bahkan Subhan baru diberikannya pada 22 April 2013 atau hari terakhir pendaftaran parpol. Padahal yang bersangkutan diharuskan mundur sebelum pendaftaran.

“Dia baru mundur 22 April kemarin. Kami akhirnya mencoret yang bersangkutan dan pencalonan, ya ini pembelajaran. Terlebih batas akhir anggota KPU yang mengikuti Pileg sudah harus mengundurkan diri paling lambat 5 April lalu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam surat pengunduran dirinya, Subhan hanya menyatakan bahwa dia mengundurkan diri karena ada kesibukan lain. Padahal jelas dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2012, pengunduran diri penyelenggara pemilihan umum disyaratkan menulis alasannya secara jelas.

Karena itu, surat itu membuatnya dinyatakan tidak memenuhi syarat karena terlambat dan materinya dianggap tidak jujur.

Adapun bakal calon yang dinilai belum melengkapi persyaratan maksimal, masih lolos atau mereka hanya harus melengkapi persyaratan administratifnya. Misalnya legalisir ijazah, pemeriksaan kesehatan, kartu tanda penduduk, dan surat keputusan pengunduran diri bila berasal dari pegawai negeri sipil (PNS).

“Untuk melengkapinya, bakal caleh bisa memperbaikinya sejak 9 hingga 22 Mei,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>