Ping your blog, website, or RSS feed for Free

LSI: Kader Golkar, Rudy Gunawan Tertinggi Elektabilitas-nya di Pilbup Garut

Oleh Agus Somantri

GARUT, FOKUSJabar.com: Hasil survei yang dilakukan LSI (Lembaga Survei Indonesia) untuk Pilbup Garut 2013 menunjukan bahwa kader Partai Golkar Rudy Gunawan, sebagai calon  bupati dengan tingkat elektabilitas tertinggi ketimbang calon lainnya.

PILBUP PEMILIHAN BUPATI GARUT

 

Tidak hanya itu, Rudy pun mampu menempati urutan atas bersama sederet nama artis yang meramaikan Pilbup Garut.

Direktur LSI, Toto Izul Fatah menuturkan bahwa dalam survei yang dilakukan, pihaknya mengajukan lima nama yang sudah pasti maju di Pilbup Garut dengan memunculkan sejumlah tokoh dengan nilai teratas dalam hal elektabilitas.

Hasilnya, Rudi Gunawan (Golkar) mendapatkan angka 20,5 persen, disusul Bupati Garut, Agus Hamdani dengan raihan 12,0 persen, Ahmad Bajuri 10,5 persen, kader PDIP Memo Hermawan 8,2 persen, dan Sekda Garut Iman Alirahman  dengan raihan 3,6 persen.

Kemudian untuk sejumlah nama dari jalur indenpenden, seperti Sirojul Munir  dengan tingkat elektabilitas mencapai 2,7 persen dan Yamin Supriatna 1,6 persen.

Toto mengatakan, based on research kader parpol masih kuat dan potensial di Pilbup Garut tersebut. Namun memang jumlah responden yang belum memutuskan atau tidak tahu masih tinggi prosentasenya bahkan di atas 45 persen.

Menurutnya, karakter personal figur calon, akan sangat menentukan di Pilkada Garut. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan Aceng Fikri dan Dicki Chandra di Pilkada sebelumnya, dimana dukungan parpol tidak berbanding lurus dengan dukungan suara.

Saat ini, pihaknya belum melihat calon independen yang kuat secara figur dan memiliki riil secara meyakinkan sehingga bisa lolos verifikasi KPUD. Sejumlah artis yang maju dari jalur independen memang unggul dalam popularitas namun tidak dalam akseptabilitas dan elektabilitas.

“Tingkat pengenalan atau popularitas mereka memang penting, namun itu hanya salah satu model. Masih ada dua model penting lain yakni akseptabilitas dan elektabilitas. Kabar buruk bagi seorang bakal calon kalau popularitasnya tinggi tapi ternyata tidak disukai dan tidak dipilih,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>