Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Purek Uniga Lolos Jadi Calon Bupati dari PKB

Oleh: Deni Rinjani

GARUT,FOKUSJabar.com: Lolos tes di internal Partai Kebangkitan Bangsa, Pembantu Rektor II Universitas Garut, Abdusy Syakur Amin berpeluang menjadi calon bupati atau wakil bupati Garut. Meski begitu, Syakur mengaku belum menerima kepastian, terlebih dia masih menunggu SK dari Pimpinan PKB.

Abdusy Syakur Kader PKB yang lolos babak 1 calon Bupati (Foto: Deni Rinjani)

Abdusy Syakur Kader PKB yang lolos babak 1 calon Bupati
(Foto: Deni Rinjani)

Dia menilai, pesaing sesama calon tidak hanya dari jalur partai saja, melainkan dari jalur perseorangan. Saat ini euphoria calon perseorangan masih tinggi.

“Jumlah calon independen mencapai 22 pasang. Artinya semangat ini terlihat dari sejarah kemenangan Independent lima tahun kebelakang,” katanya, Senin (20/5).

Namun, hal tersebut dipandang sah-sah saja, karena maju melalui independent diatur oleh undang-undang.

“Hanya masyarakat harus mengawal kinerja KPU, agar yang lolos itu harus yang sesuai dengan kreteria jangan asal-asalan, artinya harus istiqomah lah KPU,” ujar sekretaris umum KONI Garut itu.

Dia mengatakan pula, kalau KPU tidak istiqomah maka akan banyak timbul konflik yang sangat besar. Banyaknya calon perseorangan tidak menutup kemungkinan akan adanya duplikasi dukungan. Menurut dia, hal tersebut sangat rentan sekali terjadinya konflik.

“Apalagi kalau terbukti adanya pemalsuan dukungan, jelas ini adalah pidana,” pungkasnya (JAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>