Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Apa! Pasangan Independen di Pilwalkot Bandung Terlalu Banyak

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pengamat politik dari Reform Institut, Yudi Latief menyayangkan banyaknya pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung dari jalur independen di Pilwalkot Bandung 2013. Bahkan menurutnya, itu hanya akan menghilangkan arti dari kehadiran mereka (independen)..

Pasangan Cawalkot Independen (Foto: FOKUSJabar.com)

Pasangan Cawalkot Independen
(Foto: FOKUSJabar.com)

 

 

“Idealnya, hanya ada satu pasangan dari perseorangan di setiap pemilihan kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dengan begitu, suara masyarakat yang menginginkan pemimpin dari kalur non partai akan tertuju hanya kepada satu pasangan,’ katanya di D’Palm, Jalan Lombok, Senin (27/5).

Dengan kata lain, jika jumlah pasangan perseorangan lebih dari satu, hanya akan memecah suara pemilih independen dan hanya akan berdampak pada tidak maksimalnya raihan suara pasangan dari jalur perseorangan. Berbeda jika pasangan perseorangan yang hanya satu, dimana kehadirannya benar-benar berarti dan mewakili pemilih yang jenuh dengan pasangan dari partai.

“Ke depannya, mengapa tidak, jika diberlakukan aturan yang membatasi jumlah pasangan non partai. Ya jelasnya demi efektivitas kehadiran pasangan independen itu sendiri,” terangnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>