Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Pemilukada Garut dengan 10 Pasangan Calon, Pecahkan Rekor

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT, FOKUSJabar.com: Pelaksanaan Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) Kabupaten Garut, tinggal sebulan lagi. KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah menetapkan 10 Paslon (Pasangan Calon) yang berhak mengikuti pertarungan adu simpati pemilihan Garut Satu dan Garut Dua nanti.

H. Uus Sumirat, Ketua Bamus Kab. Garut (Foto: Bambang Fouristian)

H. Uus Sumirat, Ketua Bamus Kab. Garut
(Foto: Bambang Fouristian)

Uus Sumirat, Ketua Bamus (Badan Musyawarah Masyarakat Sunda) Garut menyatakan, Pemilukada yang digelar pada 8 September mendatang memang beda bahkan unik. Kabupaten Garut, telah memecahkan rekor sebagai daerah tingkat dua dengan pasangan calon terbanyak pada ajang Pemilukada, yakni 10 pasangan, enam paslon dari Parpol dan empat dari jalur perseorangan (independen).

Bahkan, ungkap Uus, sebelum KPU menetapkan jumlah pasangan calon yang lolos, tercatat ada 27 pasangan Balon Bupati/Wakil Bupati yang mendaftar di KPU. Itu sebabnya, Pemilikada Garut merupakan sejarah baru di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan jumlah pendaftar dan paslon yang dinyatakan lolos seleksi KPU.

Calon yang lolos di ajang Pemilihan Bupati/Wakil Bupati di daerah yang memiliki keindahan dan kekayaan alamnya, cukup beragam. Ada jenderal Angkatan Darat berbintang satu, ada “Prabu Siliwangi”, ada pencipta laku. Bahkan sebelumnya, Charly Van Houten, juga ikut mendaftar namun tidak lolos verifikasi.

Hingar bingar Pemilukada semakin ramai, karena adanya isu ijazah palsu, dukungan Partai Non Parlemen, dukungan palsu, angka nomor urut undian paslon dan hilangnya berkas dukungan salah satu paslon. Sayang dari 10 paslon tadi, tidak seorang pun calon perempuan yang maju dalam pertarungan pemungutan suara 8 September 2013 nanti.

Namun, tiga orang calon berlatar belakang pendidikan Paket C. Lalu muncul sinyalemen penggunaan ijazah palsu oleh calon Bupati.

Dikatakan Uus, tak kalah menarik saat munculnya beberapa laporan, klaim dan keluhan tentang terjadinya penggunaan dukungan palsu. Seperti penggunaan KTP (KartuTanda Penduduk) tanpa seizin sekaligus memalsukan tanda tangan pemilknya.

Beberapa Paslon menyebut nomor urut undian mereka sebagai nomor baik dan bisa mendatangakan sebuah keberkahan. Bahkan semua meyakini bakal menjadi pemenang Pemilukada. “Yang aneh, salah satu bakal calon dari jalur perseorangan sampai kehilangan berkas dukungan,” pungkas Ketua Bamus Kabupaten Garut. (wdj)

(wdj)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>