Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Pro dan Kontra Miss World, Nggak Kuat Deh!!

Solihin Reporter FOKUSJabar di Bandung

Menjelang perhelatan Miss World 2013 di Indonesia 28 September mendatang, menuai pro kontra. Pelbagai kalangan, terlebih Ormas Islam dengan keras menyuarakan penolakan ajang ratu-ratuan.Miss-World

Melirik manfaat dan mudorotnya perhelatan tersebut, tentu hanya akan menguntungkan segelintir orang dengan kepentingannya. Adapun keuntungan promosi pariwisata bagi daerah, memang memungkinkan. Tapi apakah daerah tidak memiliki potensi lain untuk dipromosikan, ketimbang membiarkan pro dan kontra di masyarakat.

Bukankan kepentingan masyarakat banyak itu lebih penting daripada segelintir orang?.

Untung belum tentu diraih, namum perpecahan karena pro kontra sudah mulai bisa dirasakan. Bahkan sebagaian ormas Islam sudah siap dengan pasukannya jika Miss World tetap digelar.

Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar  (Foto: aher-demiz media center)

Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar
(Foto:  Ist)

“Jika tidak bisa dengan cara baik-baik, kami akan berdemo di lokasi penyelenggaraan. Akan kami bubarkan,” begitu tegas Wakil Ketua Muhammadiyah Jabar, Mursalin Dahlan, Jumat (30/8) lalu.

Dahlan pun menganggap perhelatan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan norma-norma yang berlaku di masyarakat Indonesia. Bahkan dia menyebut pemerintah tidak bermoral jika tetap mengizinkan Miss World digelar di Bali dan Jabar.

Apakah bentuk-bentuk penolakan itu akan dibiarkan memuncak menjadi kemarahan yang berujung anarkis?, atau ada cara lain untuk menyelenggarakan Miss World?. Entahlah.

Ada sikap yang bijak dari petinggi Jabar yang perlu dicermati penyelengga. Dimana perhelatan yang dianggap sebagai momen promosi pariwisata oleh pelaku wisata, seketika mentah.

Adalah Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Pihaknya justru mempertanyakan apakah hanya satu cara promosi pariwisata?.

Bijak, tajam dan meyakinkan. Begitu ungkapan yang pantas dialamatkan kepada Wagub Jabar. Tidak hanya itu, Deddy yang juga seniman itu justru tampak lebih memahami pro dan kontra yang terjadi.

Wagub bahkan menyarankan untuk dihindarkan jika perhelatan Miss World malah akan menimbulkan situasi tidak kondusif.

“Ini saya berbicara di luar benar atau salah, layak atau tidaknya. Yang pasti kalau di tengah masyarakat terjadi pro dan kontra yang kontraproduktif, sebaiknya lupakan saja. Jadi lebih baik menghidari fitnah,” kata Deddy di Pusdai Jumat (6/9).

Menurut Deddy, masih banyak daerah di Indonesia yang mungkin masih tepat untuk menggelar Miss World. Misalnya Bali atau di mana.

Artinya, daripada digelar di Jabar dan malah menimbulkan perpecahan, atau bahkan menimbulkan citra buruk bagi Indonesia di negara lain, lebih baik dihindarkan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>