Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Kabupaten Bandung Penghasil Kentang Terbesar di Indonesia?

Oleh: Adinar

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Kabupaten Bandung mengklaim sebagai produsen kentang terbesar di Indonesia. Kendati begitu, kebutuhan benih kentang jenis atlantis masih harus didatangkan dari luar negeri (impor).

Bupati Bandung Dadang M Naser mengaku bahwa setiap tahunnya, Kabupaten Bandung menghasilkan tak kurang dari 135 ton. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dari penghasil kentang lainnya, seperti Dieng.

“Saat ini kami masih mencari solusi untuk benih atlantis ini. Kalau jenis lain, seperti granola sudah bisa diproduksi para petani benih kentang Kabupaten Bandung,” ungkap Dadang di sela acara Festival kentang di Lapangan Upakarti, Kamis (26/9).

Lebih lanjut Dadang menyebut bahwa Kabupaten Bandung dan sejumlah daerah penghasil makanan lainnya di Indonesia, akan mampu memasok bahan makanan ke daerah lainya.

“Saya pikir ironis jika saat ini bahan makanan masih impor. Indonesia, negeri agraris tetapi, buah-buahan, beras, tepung terigu, bahkan garam pun masih impor,” keluhnya.

Untuk diketahui, festival kentang di Lapangan Upakarti akan berlangsung hingga Sabtu (28/9) mendatang. Pada festival tersebut, dipamerkan produksi pertanian unggulan Kabupaten Bandung, seperti kuliner berbahan baku kentang. (LIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>